Minggu, 14 Oktober 2018

Sebuah Penyesalan

Ketika malam tiba sayup sayup gemuruh angin terdengar menerpa rimbunnya pepohonan..
Dan itu semua menyadarkanku dari lamunan yang selalu menggangguku, entah aku ini kenapa? seperti ada yang hilang didalam diriku saat ini..
Ya , aku kehilangan sosok yang selalu mengingatkanku akan dinginnya malam..
Beliau adalah nenek ku..
Yang selalu mengingatkanku akan dinginnya angin malam , bukan hanya itu tapi lebih banyak dari yang kalian kira..
Dari kecil beliau lah yang ikut andil dalam membesarkanku , ada satu kalimat yang selalu aku ingat dari beliau "utuun ranking kasabaraha" dalam bahasa indonesia diartikan "nak peringkat kelas keberapa" kata itu yang selalu aku dengar setiap kali aku selesai ulangan di sekolah..
Kembali ke tofik , kenapa aku selalu mengingat beliau dimalam hari? ya karena kala itu aku pergi bermain dengan teman-temanku sampai larut malam tanpa mengingat beliau (nenekku) yang sedang sakit keras, keasikan dengan teman-teman bahkan membuatku tak memperdulikan telfon yang berbunyi terus menerus, aku sungguh menyesal..
Kala itu aku kembali kerumah dengan keadaan orang-orang yang berkumpul begitu banyak , dan aku menghampiri ayahku sembari bertanya "yah ada apa?" beliau menjawab "de nenek dari sore mencari kamu, ingin bertemu dan ingin bertanya kamu peringkat keberapa disekolah" aku terdiam dan kembali bertanya "neneknya mana?" dan ayahku membawaku kedalam rumah , aku melihat sosok seseorang yang sangat menyayangiku , sangat memperdulikanku , terbujur kaku tertutup kain kafan , aku hancur , aku menyesal , aku marah kepada diriku sendiri , kemana aku pas beliau membutuhkan seseorang disampingnya? kemana aku ketika beliau sangat ingin melihatku untuk yang terakhir kalinya? andai waktu bisa diputar ulang kembali , mungkin hari itu akan ku habiskan untuk menemani neneku..
Disini aku selalu berdo'a didalam penyesalanku , semoga beliau tenang disisinya..
Pesan dariku , jangan pernah kalian sia-siakan orang-orang yang menyayangi kalian terutama keluarga , itulah yang seharusnya jadi prioritas utama sbelum teman atau pacar , karena kita senantiasa lupa akan kebaikan dan pengertian keluaga kita..


Itu sepenggal kisah cerita saya dimasa lalu , aku sayang nenek.. 😥😥😥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar