Saat aku mengenalmu..
Aku selalu bertanya apa bidadari itu benar ada?
Hingga dikemudian hari kamu hadir di alam nyata..
Jujur..Aku bukanlah sosok pangeran impianmu..
Namun mengetahui siapa pangeran impianmu, tak penting bagiku..
Yang ku tahu di bawah telapak kakimu lah kelak surga bagi anak2ku..
Untukmu yang menjadi pelengkap lisanku dalam setiap do'a..
Hii gaes... Blog ini dibuat untuk sarana edukasi dan juga hiburan.. Mohon koreksinya untuk kemajuan Blog ini.. Jangan lupa tersenyum lebar :))
Jumat, 02 November 2018
Senin, 29 Oktober 2018
Pilihan Tak Terduga
Ku tak pernah menyangka akan kehadiranmu di sisiku..
Mungkin memang kau adalah pilihan tak terduga bagiku..
Yang akan menemani di setiap hembus nafasku..
Namun mungkinkah kau akan menjadi satu2nya..
Yang akan selalu ku cinta?
Kelembutan hatimu , baiknya sikapmu yang meluluhkan hatiku..
Dan hanya kau yang mau mendengarkan segala tanyaku..
Dan kini kau berhasil menjadi satu2nya yang akan selalu ku cinta..
Mungkin memang kau adalah pilihan tak terduga bagiku..
Yang akan menemani di setiap hembus nafasku..
Namun mungkinkah kau akan menjadi satu2nya..
Yang akan selalu ku cinta?
Kelembutan hatimu , baiknya sikapmu yang meluluhkan hatiku..
Dan hanya kau yang mau mendengarkan segala tanyaku..
Dan kini kau berhasil menjadi satu2nya yang akan selalu ku cinta..
Memahamimu
Aku coba memahamimu namun rumit bagai labirin..
Terurai di depan , namun kusut di belakang..
Ku rasa berlaripun akan sia2..
Hanya akan menyisakan hentak nafas tak berarti..
Andai kamu tahu..
Telah ku ketuk seribu pintu namun tak pernah ada sapamu..
Dan telah ku langkahi seratus anak tangga..
Namun tak kunjung juga sampai kepadamu..
Untukmu yang sulit untuk ku pahami..
Terurai di depan , namun kusut di belakang..
Ku rasa berlaripun akan sia2..
Hanya akan menyisakan hentak nafas tak berarti..
Andai kamu tahu..
Telah ku ketuk seribu pintu namun tak pernah ada sapamu..
Dan telah ku langkahi seratus anak tangga..
Namun tak kunjung juga sampai kepadamu..
Untukmu yang sulit untuk ku pahami..
Sabtu, 27 Oktober 2018
Masa Lalu Dan Masa Depan
Ketika kita berbicara tentang masa lalu, didalamnya sudah pasti memuat kenangan yang indah atau pahit yang pernah kita rasakan dan ya ini tentang dia yang ada di masa lalu dan dia yang sekarang yang ada di masa depan..
Semua orang pasti pernah merasakan kegagalan dalam menjalin suatu hubungan, termasuk saya.. saat itu saya sedang dalam hubungan yang serius dengan seseorang, namun entah kenapa hubungan itu berhenti ditengah jalan, bukan tanpa alasan, saya rasa laki2 mana yang terus mengorbankan harga dirinya demi seorang wanita namun ibarat kata air susu dibalas dengan air tuba pengorbanan itu dibalas dengan rasa sakit yang mendalam, ya sebenarnya saya rasa saya sudah cukup sabar saat itu, karena bagi saya bertahan ketika kita diduakan oleh seseorang itu adalah hal yang baru pernah saya alami dan itu terjadi bukan hanya sekali namun berkali2.. dan pada saat itu juga saya ragu dengan dia yang seolah2 tidak tahu apa2.. sampai puncaknya saat itu kami bertengkar namun begitu bodohnya saya yang masih mencoba mempertahankannya, tepat pada akhir desember tahun 2017 saya ingin membawa keluarga saya dan meresmikan hubungan kami berdua namun ketika diperjalanan saya dari jakarta untuk pulang, saya dikejutkan dengan adanya laporan mengenai dia yang selalu saya pertahankan telah menjalin hubungan dengan orang lain, dan saya membuktikannya lewat akun teman saya yang terhubung dengan akun BBM miliknya, dan ternyata benar bahwa selama ini saya salah memilih dan mempertahankan orang seperti dia, sudahlah.. walaupun dia seperti itu namun saya sangat hormat dan menyayangi keluarganya bahkan seperti keluarga sendiri.. namun saat itu juga menyadari mungkin saya juga salah karena saya sibuk dengan pekerjaan saya dan berada jauh dari dia.. entahlah....
Setahun berlalu dan saya beruntung dikelilingi orang2 yang sayang dan peduli dengan saya, yaa karena berkat mereka saya berhasil lupa akan sosok dia dimasa lalu..
Hari demi hari saya lalui sendiri tanpa ada tambatan hati, mungkin saat itu saya masih trauma hhehe, tepat pada tanggal 19 agustus 2018 jam lima sore saya bertemu dengan seseorang disalah satu kafe, saya masih ingat kala itu saya menghampirinya dan kami mengobrol dengan ditemani segelas teh yang begitu pahit hhaha.. kami mengobrol panjang lebar dan bahkan kami sering chatingan setiap hari semenjak hari itu, hari demi hari kami lalui dan kami pergunakan untuk mengenal satu sama lain (sebenarnya kami sudah kenal cukup lama namun baru bertemu kembali saat itu), singkat cerita pada tanggal 23 september 2018 tepat jam 14:00 WIB saya menyatakan bahwa saya ingin memulai suatu hubungan yang baru dengannya dan saya bersyukur bahwa perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan alias berhasil hhehe saat itu saya juga kaget karena dia menangis setelah menonton video yang saya buat untuk pendukung saya mengutarakan perasaan saya, dan beruntung itu adalah tangis bahagia, dan perlu kalian ketahui minggu lalu tepat tanggal 21 oktober 2018 saya meminta ijin kepada orangtuanya bahwa saya akan membawa keluarga saya untuk melamar dia yang ada dimasa depan saya 😊
Do'ain ya teman2 hehe... 😇
Ohh iya dan jika dia yang ada dimasa depan saya itu sedang membaca blog ini, saya harap kamu mengerti dan memahami aku yang penuh dengan kekurangan ini, ketahuilah aku sangat tulus mencintai dan menyayangi kamu, dan aku ingin kamu menjadi ibu dari anak2 ku kelak, terimakasih telah hadir dikehidupanku dan aku beruntung bisa memilikimu.. I Love You 😜
Minggu, 14 Oktober 2018
Sebuah Penyesalan
Ketika malam tiba sayup sayup gemuruh angin terdengar menerpa rimbunnya pepohonan..
Dan itu semua menyadarkanku dari lamunan yang selalu menggangguku, entah aku ini kenapa? seperti ada yang hilang didalam diriku saat ini..
Ya , aku kehilangan sosok yang selalu mengingatkanku akan dinginnya malam..
Beliau adalah nenek ku..
Yang selalu mengingatkanku akan dinginnya angin malam , bukan hanya itu tapi lebih banyak dari yang kalian kira..
Dari kecil beliau lah yang ikut andil dalam membesarkanku , ada satu kalimat yang selalu aku ingat dari beliau "utuun ranking kasabaraha" dalam bahasa indonesia diartikan "nak peringkat kelas keberapa" kata itu yang selalu aku dengar setiap kali aku selesai ulangan di sekolah..
Kembali ke tofik , kenapa aku selalu mengingat beliau dimalam hari? ya karena kala itu aku pergi bermain dengan teman-temanku sampai larut malam tanpa mengingat beliau (nenekku) yang sedang sakit keras, keasikan dengan teman-teman bahkan membuatku tak memperdulikan telfon yang berbunyi terus menerus, aku sungguh menyesal..
Kala itu aku kembali kerumah dengan keadaan orang-orang yang berkumpul begitu banyak , dan aku menghampiri ayahku sembari bertanya "yah ada apa?" beliau menjawab "de nenek dari sore mencari kamu, ingin bertemu dan ingin bertanya kamu peringkat keberapa disekolah" aku terdiam dan kembali bertanya "neneknya mana?" dan ayahku membawaku kedalam rumah , aku melihat sosok seseorang yang sangat menyayangiku , sangat memperdulikanku , terbujur kaku tertutup kain kafan , aku hancur , aku menyesal , aku marah kepada diriku sendiri , kemana aku pas beliau membutuhkan seseorang disampingnya? kemana aku ketika beliau sangat ingin melihatku untuk yang terakhir kalinya? andai waktu bisa diputar ulang kembali , mungkin hari itu akan ku habiskan untuk menemani neneku..
Disini aku selalu berdo'a didalam penyesalanku , semoga beliau tenang disisinya..
Pesan dariku , jangan pernah kalian sia-siakan orang-orang yang menyayangi kalian terutama keluarga , itulah yang seharusnya jadi prioritas utama sbelum teman atau pacar , karena kita senantiasa lupa akan kebaikan dan pengertian keluaga kita..
Itu sepenggal kisah cerita saya dimasa lalu , aku sayang nenek.. 😥😥😥
Dan itu semua menyadarkanku dari lamunan yang selalu menggangguku, entah aku ini kenapa? seperti ada yang hilang didalam diriku saat ini..
Ya , aku kehilangan sosok yang selalu mengingatkanku akan dinginnya malam..
Beliau adalah nenek ku..
Yang selalu mengingatkanku akan dinginnya angin malam , bukan hanya itu tapi lebih banyak dari yang kalian kira..
Dari kecil beliau lah yang ikut andil dalam membesarkanku , ada satu kalimat yang selalu aku ingat dari beliau "utuun ranking kasabaraha" dalam bahasa indonesia diartikan "nak peringkat kelas keberapa" kata itu yang selalu aku dengar setiap kali aku selesai ulangan di sekolah..
Kembali ke tofik , kenapa aku selalu mengingat beliau dimalam hari? ya karena kala itu aku pergi bermain dengan teman-temanku sampai larut malam tanpa mengingat beliau (nenekku) yang sedang sakit keras, keasikan dengan teman-teman bahkan membuatku tak memperdulikan telfon yang berbunyi terus menerus, aku sungguh menyesal..
Kala itu aku kembali kerumah dengan keadaan orang-orang yang berkumpul begitu banyak , dan aku menghampiri ayahku sembari bertanya "yah ada apa?" beliau menjawab "de nenek dari sore mencari kamu, ingin bertemu dan ingin bertanya kamu peringkat keberapa disekolah" aku terdiam dan kembali bertanya "neneknya mana?" dan ayahku membawaku kedalam rumah , aku melihat sosok seseorang yang sangat menyayangiku , sangat memperdulikanku , terbujur kaku tertutup kain kafan , aku hancur , aku menyesal , aku marah kepada diriku sendiri , kemana aku pas beliau membutuhkan seseorang disampingnya? kemana aku ketika beliau sangat ingin melihatku untuk yang terakhir kalinya? andai waktu bisa diputar ulang kembali , mungkin hari itu akan ku habiskan untuk menemani neneku..
Disini aku selalu berdo'a didalam penyesalanku , semoga beliau tenang disisinya..
Pesan dariku , jangan pernah kalian sia-siakan orang-orang yang menyayangi kalian terutama keluarga , itulah yang seharusnya jadi prioritas utama sbelum teman atau pacar , karena kita senantiasa lupa akan kebaikan dan pengertian keluaga kita..
Itu sepenggal kisah cerita saya dimasa lalu , aku sayang nenek.. 😥😥😥
Pujangga Kepada Peri Penjaga Hati
Pujangga pernah bercerita, bahwa matahari amat mencintai bumi, dan karena hal itulah ia rela memberikan sinarnya yang abadi.
Peri penjaga hati tak percaya, ia membantah perkataan pujangga dengan sombongnya.
"Jika matahari benar-benar mencintai bumi, seharusnya ia turun dari langit, menemani bumi, dan tidak hanya memperhatikan seisi bumi dari jarak jutaan kilometer."
Pujangga hanya tersenyum. Ia tahu pasti banyak pula hati manusia di luar sana yang berbisik demikian.
"Jawabannya hanya satu, bahwa cinta matahari kepada bumi teramat besar."
Bicara apa pujangga ini? Apa maksudnya?
Seperti kebanyakan isi hati, sang peri menggerutu tak habis pikir.
"Karena matahari tahu, jika ia mendekati bumi barang sejengkal saja, itu hanya akan menjadi bencana bagi bumi dan seluruh isinya. Maka ia putuskan untuk menjauh sembari terus memperhatikan bumi dari kejauhan. Dan tak berhenti menyinarinya dengan tulus dan ikhlas."
Dan peri penjaga hati pun mengerti. Bahwa ada banyak cara dalam mencintai seseorang. Termasuk dengan menautkan jarak, demi menjaganya dalam kebaikan dan menghindarkannya dari segala bentuk kerusakan.
Dan, ikhlas lagi tuluslah yang menjadi pengharum di setiap doa-doa kepada Tuhan.
"Mencintai dalam doa, itu namanya."
Pujangga mengakhiri ceritanya.
Peri penjaga hati tak percaya, ia membantah perkataan pujangga dengan sombongnya.
"Jika matahari benar-benar mencintai bumi, seharusnya ia turun dari langit, menemani bumi, dan tidak hanya memperhatikan seisi bumi dari jarak jutaan kilometer."
Pujangga hanya tersenyum. Ia tahu pasti banyak pula hati manusia di luar sana yang berbisik demikian.
"Jawabannya hanya satu, bahwa cinta matahari kepada bumi teramat besar."
Bicara apa pujangga ini? Apa maksudnya?
Seperti kebanyakan isi hati, sang peri menggerutu tak habis pikir.
"Karena matahari tahu, jika ia mendekati bumi barang sejengkal saja, itu hanya akan menjadi bencana bagi bumi dan seluruh isinya. Maka ia putuskan untuk menjauh sembari terus memperhatikan bumi dari kejauhan. Dan tak berhenti menyinarinya dengan tulus dan ikhlas."
Dan peri penjaga hati pun mengerti. Bahwa ada banyak cara dalam mencintai seseorang. Termasuk dengan menautkan jarak, demi menjaganya dalam kebaikan dan menghindarkannya dari segala bentuk kerusakan.
Dan, ikhlas lagi tuluslah yang menjadi pengharum di setiap doa-doa kepada Tuhan.
"Mencintai dalam doa, itu namanya."
Pujangga mengakhiri ceritanya.
**
Aku mencintaimu
Seperti matahari kepada bumi
Biarkan jarak menjadi penjaga yang setia
Menjauhkan aku dan kamu dari kerusakan pun kerugian
Biarkan doa menjadi penghantar cinta walau mungkin tak akan mudah
Mengharumkan kisah yang sedang aku dan kamu tautkan
Lantas, apakah cinta seperti matahari kepada bumi tak dapat bersatu?
Tak ada cinta yang tak dapat bersatu
Jika dengan kehendak Illahi..
Percayalah
Seperti matahari kepada bumi
Biarkan jarak menjadi penjaga yang setia
Menjauhkan aku dan kamu dari kerusakan pun kerugian
Biarkan doa menjadi penghantar cinta walau mungkin tak akan mudah
Mengharumkan kisah yang sedang aku dan kamu tautkan
Lantas, apakah cinta seperti matahari kepada bumi tak dapat bersatu?
Tak ada cinta yang tak dapat bersatu
Jika dengan kehendak Illahi..
Percayalah
Apa Kita Bisa?
Mencintai orang baik hati, berarti Anda tidak akan pernah benar-benar 'memiliki' mereka.
Kamu tidak bisa meminta hujan untuk jatuh di halaman rumahmu saja, bukan?
Kamu tidak bisa meminta hujan untuk jatuh di halaman rumahmu saja, bukan?
Anda harus bertanya pada diri Anda sekali lagi.
Bisakah kamu?
Langganan:
Komentar (Atom)